LEADERSHIP CAMP PENABUR

Seorang pemimpin yang melayani hanya dapat melakukan itu bila ia menghayati makna perannya sebagai orang yang melayani. Orang yang melayani tidak melakukan itu karena ingin menebus dosa atau kesalahannya pada masa lalu. Ia juga tidak melakukan itu agar orang iba kepadanya. Pemimpin yang melayani melakukan itu karena dengan melayani orang-orang, maka ia membuka kesempatan agar orang-orang di sekitarnya memiliki kebebasan lebih luas untuk berkembang atau mengalami transformasi. Dengan bahasa sederhana, ia dapat menjadi pemimpin yang melayani bila memiliki hati yang melayani. Artinya, ia meletakkan kebutuhan dan minat orang lain di atas minat dan kebutuhan dirinya. Acap kali, ia melakukan hal ini karena ia pernah merasa dilayani seseorang, mengalami pemulihan karena ditolong seorang pemimpin, atau mampu mengembangkan visi tajam karena dialog dengan seorang pemimpin, dan sebagainya.

Pemimpin yang melayani sangat peduli pada pertumbuhan dan dinamika kehidupan pengikut, diri, serta komunitasnya. Karenanya, ia mendahulukan hal-hal tadi daripada pencapaian ambisi pribadi atau pola dan kesukaannya saja. Impiannya ialah agar orang yang ia layani akan menjadi pemimpin yang melayani juga.